Menjelan naik arena, ayam petarung biasanya menyibukkan para perawat atau pemiliknya sekaligus, hal ini dikarenakan seorang pemilik ayam petarung susah untuk menerima kekalahan. Jadi pada intinya bayak orang yang pada saat menjelan kontes sering melakukan pembenahan baik perawatan fisik ayam maupun mental tarung ayam dibenahi. Sering pemiliknya tergiur merawat ayam dengan pemberian multivitamin yang berdosis keras demi menjaga gensi dan nama ayam dalam komunitas penghoby ayam bangkok. Namun ketika kita mampu mengenal sifat ayam secara naluriah, mungkin kita tak perlu terburu - buru merawatnya dengan multivitamin yang keras, kita bisa merawat dan menyiapkan ayam petarung secara alamiah. Satu bulan menjelan bkontes tarung kita sudah bisa mengakses ayam bangkok secara bertahap, mulai dari pelatihan fisik sampai nyalinya kita buat bertarung secara alam. Seekor ayam bangkok naluri bertarungnya dapat terlihat sejak umur 3 bulan namun belumlah kita mengenal karakter bertarungnya, karena yang terlihat ketika bertarung dengan saudara seindukan hanyalah naluri dadar ayam petarung secara alam. Menjelan satu bulan sebelum kearena resmi ayam petarung kita berikan petaeatan khusus mulai dari makanan hingga polatidunya dikandang.
Dalam latihan persiapan cukup ditrening 1. x. 15 menit di minggu pertama, ketika memasuki minggu kedua latihan fisiknya dinaikkan 2 x. 15 menit tiap hari, dan pafa saat minggu ke 3 trening fisiknya dinaikkan 3. - 4. x 15 menit rutin tiap hari dan pada saat minggu keempat ayam tersebut tidak perlu lagi trening fisik dengan lawan tanding, kita cukup memberikan sentuhan tangan pijatan keseluruh persendian. Kita dapat mengurut ayam setelah makan pagi dan sesekali memberinya jamu kebugaran agar kondisinya tetap terjaga, serta makanan yang kita siapkan tidak boleh mengandung protein terlalu tinggi, supaya berat badan ayam tidak berubah, terutama bulunya harus selalu terjaga dari kekusukan serta jauh dari gangguan yamuk pada saat malam hari agar tidurnya lebih nyenyak.
Dalam latihan persiapan cukup ditrening 1. x. 15 menit di minggu pertama, ketika memasuki minggu kedua latihan fisiknya dinaikkan 2 x. 15 menit tiap hari, dan pafa saat minggu ke 3 trening fisiknya dinaikkan 3. - 4. x 15 menit rutin tiap hari dan pada saat minggu keempat ayam tersebut tidak perlu lagi trening fisik dengan lawan tanding, kita cukup memberikan sentuhan tangan pijatan keseluruh persendian. Kita dapat mengurut ayam setelah makan pagi dan sesekali memberinya jamu kebugaran agar kondisinya tetap terjaga, serta makanan yang kita siapkan tidak boleh mengandung protein terlalu tinggi, supaya berat badan ayam tidak berubah, terutama bulunya harus selalu terjaga dari kekusukan serta jauh dari gangguan yamuk pada saat malam hari agar tidurnya lebih nyenyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar