Setiap ayam petarung pasti mempunyai pukulan tersendiri, bahkan tidak sedikit ayam petarung memiliki naluri pukulan maut bagi lawannya. Namun kebanyakan pulah ayam petarung memiliki pukulan tepat sasaran , namun kekurangannya pukulan yang dilepaskan kearah sasaran masih terkadang melempeng atau hanya pantul - pantul. Dengan kehadiran alat pemberat kaki atau sering disebut " BARBEL" kita sudah bisa mendesain pukulan ayam sekeras power yang dimiliki ayam petarug, namun jika pemakaian alat ini salah persepsi maka bukannya hasil yang kita dapatkan malah
kerugian besar, misalnya ayam terkena turun urat karena beban dikaki. Kebanyakan perawat ayam hanya ikut - ikutan memakai alat karena didorong rasa ingin tau dengan penampilan ayam peliharaanya, tampa menelusuri sisi negatif dari alat tersebut atau karena penasaran dengan pukulan ayam petarungnya yang tak kunjung akurat. Hal inilah mesti kita jadikan pengalaman untuk lebih selektif dalam menerima beberapa lat yang baru kita kenal, agar jika diperuntukkan keayam kita benar - benar hanya tertolong dari kegunaannya.
Barbel ayam
Beberapa langkah dipenuhi dalam pemakaian barbel ayam ;
1. Berat dan dan ukuran barbel,
- Neto 200 grm ; ukuran ayam 4. - 5, pemula
- 300 grm ; ukuran ayam 6 - 6,5 menengah
- 400 grm ; ukuran ayam 7 kelas berat
2. Tata cara penggunaan barbel dari semua jenis ;
* Dalam penggunaan barbel hanya berskala 1. X. 15 mnt perhari
* pijatan barbel kekaki ayam tidak boleh terlalu ketat atau terlalu mengikat hal ini agar peredaran darah disaraf kaki ayam tetap lancar atau aktif.
* barbel yang dikenakan sesuai ukuran ayam
3. Perawatan ayam setelah sparing memakai barbel;
* Setelah barbel dilepas ayam seharusnya dimandi sambil sesekali diurut kakinya atau betisbetis, hal ini mengembalikan peredaran darah yang normal
* Ayam dibiarkan aktif berjalan dalam keadaan santai agar betisnyan tidak pegal, kemudian ayam tersebut dibiarkan istirahat sambil diminumkan vitamin antibioik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar